Krisis Persita Tangerang Belum Berakhir, Carlos Pena Tetap Tenang


 Berita Bola Terbaru – Krisis Persita Tangerang, kembali menelan hasil buruk pada lanjutan Super League 2025-2026. Bermain di Banten International Stadium, Minggu (10/5), tim berjuluk Laskar Pendekar Cisadane kalah 0-3 dari Persijap Jepara. Kekalahan itu memperpanjang periode negatif Persita dalam beberapa pekan terakhir. Meski begitu, pelatih Carlos Pena tetap mencoba menjaga suasana tim agar tidak semakin tertekan.

Krisis Persita Tangerang Kembali Kehilangan Momentum

Persita sebenarnya memulai musim dengan performa cukup menjanjikan. Tim asal Tangerang itu sempat bersaing di papan atas klasemen dan beberapa kali menempel ketat para kandidat juara. Namun, performa mereka menurun drastis setelah memasuki fase akhir kompetisi.

Kekalahan dari Persijap menjadi hasil negatif keenam dalam tujuh pertandingan terakhir. Dalam periode tersebut, Persita hanya mampu meraih satu kemenangan. Catatan itu membuat posisi mereka terus melorot di klasemen sementara.

Saat menghadapi Persijap, Persita juga kesulitan mengembangkan permainan. Lini depan gagal menciptakan tekanan konsisten, sedangkan lini belakang beberapa kali kehilangan konsentrasi. Persijap memanfaatkan situasi itu dengan sangat efektif sepanjang pertandingan.

Selain itu, absennya beberapa pemain penting ikut memengaruhi keseimbangan tim. Persita kehilangan kreativitas di lini tengah dan tidak mampu menjaga tempo permainan seperti pada awal musim.

Carlos Pena Tetap Menjaga Mental Tim

Meski timnya terus menuai hasil buruk, Carlos Pena menolak menganggap situasi Persita sebagai bencana besar. Pelatih asal Spanyol itu meminta seluruh pemain tetap fokus menghadapi sisa pertandingan musim ini.

Menurut Pena, Persita tetap memiliki banyak hal positif sepanjang musim 2025-2026. Karena itu, ia tidak ingin skuadnya larut dalam tekanan akibat hasil buruk dalam dua bulan terakhir.

“Kami mencoba berbagai solusi untuk keluar dari situasi ini. Namun, kami belum mampu mencetak gol dalam beberapa pertandingan terakhir,” ujar Pena selepas laga melawan Persijap.

Ia juga menilai timnya masih memiliki fondasi yang cukup baik untuk berkembang pada musim berikutnya. Oleh karena itu, Pena meminta para pemain mengambil pelajaran dari periode sulit ini.

Selain menjaga mental pemain, Pena juga terus mencoba memperbaiki efektivitas serangan tim. Dalam beberapa pertandingan terakhir, Persita memang sering gagal memanfaatkan peluang di depan gawang lawan.

Performa Persita Menurun Setelah Libur Kompetisi

Penurunan performa Persita mulai terlihat setelah kompetisi memasuki periode setelah Idulfitri. Sebelum jeda, mereka masih mampu bertahan di papan atas klasemen dan beberapa kali tampil konsisten melawan tim kuat.

Namun kemudian, ritme permainan mereka menurun cukup tajam. Intensitas pressing berkurang, transisi bertahan berjalan lambat, dan produktivitas lini depan ikut merosot.

Pena mengakui timnya tidak tampil sesuai harapan dalam dua bulan terakhir. Meski begitu, ia tetap mengapresiasi perjuangan para pemain selama sembilan bulan kompetisi berjalan.

“Kami pernah berada di posisi lima besar sebelum libur. Itu menunjukkan tim ini sebenarnya punya kualitas,” kata Pena.

Ia juga memastikan Persita tetap memburu hasil maksimal dalam dua laga terakhir musim ini. Menurutnya, profesionalisme tim harus tetap terjaga sampai kompetisi selesai.

Baca Juga : Suporter Persipura Rusuh, PSSI Khawatir Kena Sanksi FIFA

Krisis Persita Tangerang Masih Ingin Menutup Musim dengan Positif

Persita memang sudah sulit kembali bersaing di papan atas. Namun, mereka masih memiliki kesempatan memperbaiki posisi klasemen apabila mampu meraih hasil bagus dalam dua pertandingan terakhir.

Selain itu, hasil positif pada akhir musim juga penting untuk menjaga kepercayaan diri pemain sebelum memasuki musim baru. Karena itu, Pena meminta timnya segera bangkit dan melupakan rentetan hasil buruk sebelumnya.

Persita kini menghadapi tekanan besar dari suporter yang mulai kecewa dengan performa tim. Namun demikian, Pena berharap skuadnya mampu merespons situasi tersebut dengan kerja keras di lapangan.

Dua pertandingan tersisa akan menjadi kesempatan terakhir bagi Persita untuk memperbaiki citra mereka sebelum musim resmi berakhir.

Posting Komentar

0 Komentar